Aku dan Kata-Kata Ku

Hai teman sebelumnya perkenalkan anak laki-laki pengecut ini. Nama Irfan Rosadi lahir 19 tahun 3 bulanan yang lalu ini alhamdulillah masih bisa merasakan nikmatnya menghirup oksigen bebas di alam planet bumi. Lahir di kota metropolitan namun disebuah "gubuk" kecil salah satu kontrakan di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan yang memberi efek sampai sekarang, entah saya yang malas atau memang sulit mempelajari bahasa Jawa krama sehingga sering menundukan kepala jika main ke rumah teman dan di ajak bicara orang tuanya, kadang sepulang main saya pasti meminta maaf kepadateman yang rumah saya kunjungi karena tidak mengerti apa yang orang tuanya bicarakan atau tanyakan kepada saya.

Anak dengan weton Rabu Pahing yang menurut kepercayaan orang jawa hari yang tak boleh anak laki-laki lahir karena weton tersebut spesial bagi wanita hingga sampai sekarang pun mungkin saya lemah lembut, saya kurang tau ini kelebihan atau kekurangan dari saya.

Sejak umur 4 tahun ibu pindah rumah di daerah persawahan dukuh Sambikerep di kabupaten Sragen dan hingga sekarag rumah di blok persawahan hanya 1 rumah yaitu rumah saya, seperti terisolasi dari kehidupan sosial tetangga di kampung. Mungkin bagi ibu mudah menyesuaikan kaarena banya ibu ibu di daerah depan jalan rumah kami, tapi untuk saya?? susah, karena tak ada teman sepermainan didekat rumah jadi lebih baik didalam rumah dan berefek sampai saya lulus SMA jarang main hanya manusia kura-kura yang berada dalam tempurung.

Keyakinan bulat bagi saya untuk menjadi seorang "Super Hero", seorang Hero yang hebat dimata anak anak kecil hingga remaja itu impian saya. Sehingga saya terjun kedalam ranah Pendidik, apapun materi yang saya dapat itu hanya cover diri saya yang lebih mendalami menjadi seorang pendidik. Dunia pendidikan di indonesia ? ah masih sama tak banyak berubah dari dulu.

Oke pikiran kata-kataku ini akan tercurah sebagai perkembangan yang "insyaAllah" akan lebih baik untuk memperkaya ilmu dan sikap yang fleksibel dikalangan siswa.

Saya jika bekerja dalam struktural lebih memilik cara "kerja keras" dari pada "kerja cerdas" sehingga kemampuan bekerja sama antar orang lain lebih ditekankan dan mudah menjalin kebersamaan sehingga bekerja tak hanya untuk memenuhi asupan nasi tapi hubungan lebih nikmat.

Banyak siswa sekolah yang hanya dominan di salah satu otak, otak kiri atau kanan ya bagi orang memang asyik dan bisa menakhlukan kehidupan dengan kebiasaan berfikir nya. namun saya lihat kekompleksan bekerja otak lebih dari 50% kinerja sistem didalam diri manusia atau bisadibilang lebih rumit sistemnya dari pada yang lain seperti sistem metabolisme, sistem pencernaan atau pun sistem reproduksi karena yang mengaktifkan sistem lain yaitu perintah langsung atau tak langsung dari sistem otak kita. Melalui kesimetrisan penggunaan otak siswa baik dlam belajar ataupun bermain pasti akan meningkatkan siswa tersebut di klas tertinggi dia menguasai segala hal yang dikerjakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *